<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>dari kami untuk semua</title>
	<atom:link href="http://ningratama.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ningratama.wordpress.com</link>
	<description>ikut mewarnai dunia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Dec 2009 11:26:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ningratama.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>dari kami untuk semua</title>
		<link>http://ningratama.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ningratama.wordpress.com/osd.xml" title="dari kami untuk semua" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ningratama.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Social Loafing</title>
		<link>http://ningratama.wordpress.com/2009/12/04/social-loafing/</link>
		<comments>http://ningratama.wordpress.com/2009/12/04/social-loafing/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 11:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ningratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[keengganan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok]]></category>
		<category><![CDATA[kinerja]]></category>
		<category><![CDATA[social loafing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ningratama.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Social loafing atau bisa disebut dengan keengganan sosial merupakan sebuah fenomena dimana seseorang bekerja kurang dari performanya ketika mereka bekerja dalam suatu kelompok daripada mereka bekerja sendiri. Pengertian social loafing ini berbeda dengan free rider. Free rider tidak memberikan kontribusi apapun kepada kelompok namun memperoleh hasil yang sama dengan anggota kelompok lain. Sedangkan social loafer, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningratama.wordpress.com&amp;blog=10651976&amp;post=46&amp;subd=ningratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>Social loafing</em> atau bisa disebut dengan keengganan sosial merupakan sebuah fenomena dimana seseorang bekerja kurang dari performanya ketika mereka bekerja dalam suatu kelompok daripada mereka bekerja sendiri. Pengertian <em>social loafing</em> ini berbeda dengan <em>free rider. Free rider</em> tidak memberikan kontribusi apapun kepada kelompok namun memperoleh hasil yang sama dengan anggota kelompok lain. Sedangkan <em>social loafer</em>, orang yang melakukan <em>social loafing</em>, sengaja mengurangi usahanya atau kinerjanya karena beranggapan bahwa adanya penilaian yang tidak adil atau penilaian yang tidak jelas atas kinerja masing-masing anggota dalam kelompok tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Social loafing</em> ini pertama kali ditemukan oleh Maximilian Ringelmann ketika dia melakukan penelitian terhadap sekelompok orang yang menarik sebuah tali. Ketika jumlah orang yang menarik tali tersebut bertambah, usaha untuk menarik tali tersebut lebih besar. Kekuatan untuk menarik tali tersebut bertambah. Namun Ringelmann menemukan usaha yang dikeluarkan masing-masing orang berkurang. Penelitian Ringelmann tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa ukuran dari sebuah kelompok mungkin akan berpengaruh pada performa kinerja individu. Seorang manajer mungkin perlu untuk mempertimbangkan jumlah anggota yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah tugas. Selain itu social loafing merupakan sebuah situasi dimana sulit atau tidak mungkin untuk menilai kontribusi masing-masing anggota. Social loafing didasarkan pada pandangan Frederick W. Taylor. Dia menyebutkan bahwa ada dua perilaku pekerja yang berpengaruh buruk pada efisiensi perusahaan, yaitu <em>underworking dan soldiering</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Underworking</em> merupakan suatu kondisi dimana seorang pekerja di bawah form atau bekerja di bawah kinerja yang sebetulnya dapat dia capai. Dengan kata lain seorang pekerja akan bekerja dengan 1/3 atau 1/2 kemampuan dari yang seharusnya dapat dia kerjakan setiap hari. Sedangkan soldiering merupakan “kemalasan” baik yang bersifat alamiah yang disebut <em>natural soldiering</em> maupun <em>systemic soldiering. Natural soldiering</em> merupakan sifat kemalasan yang sudah melekat pada sifat seseorang. Sedangkan s<em>ystemic soldiering</em> dapat digambarkan dengan pernyataan berikut: “Mengapa saya harus bekerja keras ketika si pemalas mendapatkan pembayaran yang sama sebesar dengan yang saya kerjakan, sementara dia hanya bekerja setengah dari yang harus dilakukan.” Dari pernyataan tersebut<em> systemic soldiering</em> dapat memicu seseorang untuk berbuat malas, yang pada akhirnya akan menciptakan kemalasan sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendapat Taylor tersebut kemudian dijadikan dasar dalam pemberian istilah s<em>ocial loafing </em>pada perilaku individu untuk meminimalkan kemampuannya bila bekerja secara kolektif dibanding bekerja secara individual. Perilaku ini tentu sangat berbahaya bagi organisasi karena akan secara langsung berdampak pada produktivitas perusahaan. Namun teori social loafing sendiri pertama kali dikemukakan oleh Latane, Williams, dan Harkins pada tahun 1979. Teori ini digunakan untuk menjelaskan  kecenderungan seseorang dalam kelompok untuk mengurangi atau mungkin menghindari beban kerja kelompok dengan memperlihatkan perilaku yang membuang-buang waktu (goof off) justru ketika kelompok sedang membutuhkan mereka untuk giat bekerja. Perilaku lain yang sejenis antara lain adalah tidak hadir dalam pertemuan kelompok, terlambat hadir, gagal memulai suatu pekerjaan yang ditugaskan oleh kelompok, dan hal-hal sejenisnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Social loafin</em>g merupakan teori yang pas digunakan untuk menggambarkan hubungan antar individu.dalam kelompok. Hal yang paling sederhana bisa digambarkan dalam kelompok yang dibentuk di kelas untuk mengerjakan tugas yang diberikan dosen. Biasanya ada orang-orang yang berusaha menghindari ikut bekerjasama dalam kelompok itu. Alasan yang mereka gunakan pun bermacam-macam. Ada yang bilang tidak menguasai materi, sibuk, ke luar kota, bahkan sakit yang menunjukkan keogahan mereka dalam mengerjakan tugas kelompok. Banyak hal yang menyebabkan terciptanya kondisi social loafing ini. Yang pertama adalah adanya kondisi dimana seseorang merasa tidak termotivasi ketika bekerja dalam sebuah kelompok, karena mereka berpikir bahwa kontribusi mereka tidak akan dinilai.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan pada studi meta-analisis (Karau dan Williams, 1993), s<em>ocial loafing</em> merupakan fenomena keseluruhan, tetapi hal ini tidak terjadi ketika anggota-anggota kelompok merasa bahwa tugasnya atau kelompoknya merupakan hal penting. Hal ini dapat terjadi ketika orang merasa tidak dihargai di dalam timnya atau kelompoknya. <em>Social loafing </em>juga dapat terjadi karena adanya anggapan pekerja lain dalam kelompok tidak memikul bagiannya secara adil. Anggota kelompok berpikir bahwa dia bekerja lebih keras daripada yang lain. Dia merasa bahwa beban kerja yang ditanggungnya lebih berat daripada anggota yang lain. Oleh karena itu ada upaya untuk mengurangi energi yang dikeluarkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyebab<em> social loafing</em> yang lain adalah adanya dispersi tanggung jawab. Tidak ada kejelasan mengenai siapa yang bertanggungjawab atas bagian-bagian kerja yang telah ditentukan. Kontribusi masing-masing anggota sulit diukur karena tidak ada pembagian wewenang yang jelas dalam kelompok tersebut. Akibatnya ada dorongan untuk meminimalkan energi dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Sifat individu yang individualistis juga ikut mendukung terjadinya <em>social loafing</em>. Orang yang bersikap individualistis cenderung tidak peduli pada apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Dia juga tidak mau berbaur dengan anggota kelompok yang lain. Yang menjadi tujuannya adalah bagaimana mencapai apa yang diinginkannya sendiri, sehingga ketika dia berada dalam suatu kelompok, dia tidak merasa ikut bertanggungjawab dalam pencapaian kelompok tersebut. Hal ini menyebabkan anggota tidak memaksimalkan kinerjanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut<em> Social Impact Theory</em>, social loafing dapat dilihat dari dua dimensi:</p>
<p style="text-align:justify;">1.	<em>dilution effect</em> Individu “tenggelam” dalam kelompok. Individu kurang termotivasi karena merasa kontribusinya tidak berarti, atau menyadari bahwa penghargaan yang diberikan kepada tiap individu tidak ada kaitannya dengan besar kontribusi mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">2.<em> immediacy gap</em> Individu merasa terasing dari kelompok. <em>Immediacy gap </em>menandakan semakin jauhnya anggota kelompok dari pekerjaannya di satu sisi, dan semakin jauh jarak antar anggota di sisi lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">oleh: Ratna M</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ningratama.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ningratama.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ningratama.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ningratama.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ningratama.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ningratama.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ningratama.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ningratama.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ningratama.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ningratama.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ningratama.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ningratama.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ningratama.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ningratama.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningratama.wordpress.com&amp;blog=10651976&amp;post=46&amp;subd=ningratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ningratama.wordpress.com/2009/12/04/social-loafing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39879444c100a2aab95d52af992eebd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ningratama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelangkaan Empati</title>
		<link>http://ningratama.wordpress.com/2009/12/01/kelangkaan-empati/</link>
		<comments>http://ningratama.wordpress.com/2009/12/01/kelangkaan-empati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 10:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ningratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[merenung sejenak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ningratama.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji dikawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak. Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningratama.wordpress.com&amp;blog=10651976&amp;post=43&amp;subd=ningratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>S</strong>epulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji dikawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak. Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan. Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari.<span id="more-43"></span> Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan. Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa. Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan. Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak. Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun. Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah keluar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal. Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran. Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka. Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah disitu. Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan, umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar. Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum. Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku &#8220;Chicken Soup&#8221;, saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang. Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya. Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata &#8220;terima kasih&#8221; saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata &#8220;terima kasih&#8221; merupakan &#8220;magic words&#8221; yang akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata &#8220;tolong&#8221; ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita. Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. &#8220;Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?&#8221; Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuahtulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut. Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran. Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet. Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk berjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut. Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah sekarang juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengalaman: Andy F. Noya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ningratama.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ningratama.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ningratama.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ningratama.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ningratama.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ningratama.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ningratama.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ningratama.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ningratama.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ningratama.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ningratama.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ningratama.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ningratama.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ningratama.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningratama.wordpress.com&amp;blog=10651976&amp;post=43&amp;subd=ningratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ningratama.wordpress.com/2009/12/01/kelangkaan-empati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39879444c100a2aab95d52af992eebd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ningratama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pingsan Tau Anaknya Diterima CPNS</title>
		<link>http://ningratama.wordpress.com/2009/11/28/pingsan-tau-anaknya-diterima-cpns/</link>
		<comments>http://ningratama.wordpress.com/2009/11/28/pingsan-tau-anaknya-diterima-cpns/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 11:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ningratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ningratama.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[pns, cpns, pengumuman cpns, hikmah, haru, pelajaran, pegaawai negeri sipil, <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningratama.wordpress.com&amp;blog=10651976&amp;post=39&amp;subd=ningratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terlalu haru dan bahagia karena anaknya berhasil lulus tes calon pegawai negeri sipil (CPNS), Aman (45), yang sehar-hari berjualan koran di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, malah pingsan selama satu jam lebih.<span id="more-39"></span> &#8220;Saya tidak menyangka anak saya diterima sebagai PNS,&#8221; kata Amang, warga Palaton Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (28/11).  Amang mengatakan, dirinya merasa lemas dan tak sadarkan diri setelah pengumuman PNS yang dilakukan secara serentak di wilayah Provinsi Banten. Ia mengatakan, dirinya gembira dan terharu karena dengan susah payah dan keringat sendiri membiayai pendidikan anak hingga lulus perguruan tinggi.  &#8220;Saya berjualan koran tidak mengenal terik matahari maupun hujan untuk kemajuan pendidikan anak,&#8221; ujar Amang yang memiliki tiga anak wanita itu.  Sehari makan sekali  Dia juga mengatakan, dirinya tidak membayangkan bahwa anaknya, Dini Wahyuni (22), yang diwisuda Juni 2009 lalu diterima menjadi PNS. Dini adalah lulusan sarjana Bahasa Inggris pada Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Rangkasbitung.  &#8220;Saya merasa bersyukur dengan jerih payah itu. Kini anaknya diterima menjadi guru PNS,&#8221; katanya.  Menurut dia, sebetulnya dia sudah tak mampu lagi membiayai pendidikan anaknya karena penghasilan sebagai pedagang koran tidak seberapa. Penghasilan sehari kadang hanya habis untuk makan keluarga.  Namun, keinginan kuat ingin memajukan anak-anaknya membutnya rela bekerja keras dan semua keluarga rela makan makan cukup satu kali sehari demi memperoleh dana untuk biaya anak yang menempuh perguruan tinggi.  Untuk diketahui, selain Dini, anak kedua Aman kini juga sudah semester V di perguruan tinggi ilmu agama Islam di Rangkasbitung. &#8220;Saya ingin anak-anak pandai, tidak seperti orangtua sebagai pejualan koran,&#8221; katanya.  Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lebak, Gofar, mengatakan, CPNS yang diterima pada tahun ini terdiri dari 402 formasi yakni untuk tenaga guru 219 orang, tenaga kesehatan 140 orang dan tenaga teknis sebanyak 43 orang.  &#8220;Kami lebih transparan dalam penerimaan CPNS karena melibatkan unsur perguruan tinggi,&#8221; katanya.</p>
<p>Sumber: Kompas.com</p>
<p>Sudah menjadi rahasia umum bahwa tes cpns sarat dengan Ketidak jujuran, ternyata ditengah-tengah semua itu masih ada dari kalangan kurang mampu yang bisa diterima sebagai cpns, alhamdulillah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ningratama.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ningratama.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ningratama.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ningratama.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ningratama.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ningratama.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ningratama.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ningratama.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ningratama.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ningratama.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ningratama.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ningratama.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ningratama.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ningratama.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningratama.wordpress.com&amp;blog=10651976&amp;post=39&amp;subd=ningratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ningratama.wordpress.com/2009/11/28/pingsan-tau-anaknya-diterima-cpns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39879444c100a2aab95d52af992eebd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ningratama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ujian Nasional Ditiadakan</title>
		<link>http://ningratama.wordpress.com/2009/11/26/31/</link>
		<comments>http://ningratama.wordpress.com/2009/11/26/31/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 22:56:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ningratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>
		<category><![CDATA[ujian nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ningratama.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Mahkamah Agung (MA) kemarin, Rabu (25/11/09) telah menolak kasasi yang diajukan pemerintah terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Dengan demikian, penyelenggaraan UN pada tahun mendatang ditiadakan sampai pemerintah meningkatkan kualitas guru dan sarana prasarana di tiap wilayah di Indonesia. Putusan MA itu melarang Departemen Pendidikan Nasional menyelenggarakan ujian nasional sebelum ada perubahan sistem pendidikan yang merata. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningratama.wordpress.com&amp;blog=10651976&amp;post=31&amp;subd=ningratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.eramuslim.com/berita/nasional/rss"></a></p>
<p><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/nasional/100_6028.jpg" alt="" width="372" /></p>
<p>Mahkamah Agung (MA) kemarin, Rabu (25/11/09) telah menolak kasasi yang diajukan pemerintah terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Dengan demikian, penyelenggaraan UN pada tahun mendatang ditiadakan sampai pemerintah meningkatkan kualitas guru dan sarana prasarana di tiap wilayah di Indonesia.<span id="more-31"></span></p>
<p>Putusan MA itu melarang Departemen Pendidikan Nasional menyelenggarakan ujian nasional sebelum ada perubahan sistem pendidikan yang merata. Putusan yang dibacakan majelis kasasi tersebut telah diumumkan pada 14 September 2009 dan sekaligus menguatkan putusan dari pengadilan tingkat pertama dan banding.</p>
<p>Majelis menilai pemerintah telah lalai dalam meningkatkan kualitas guru, sarana dan prasarana pendidikan, serta informasi, khususnya di daerah pedesaan. Selain itu, ujian nasional juga dinilai membuka peluang untuk berbuat kecurangan baik yang dilakukan guru maupun siswa agar dapat lulus ujian.</p>
<p>Kerugian diadakannya ujian nasional bukan hanya berupa materiil, yaitu biaya pendidikan selama tiga tahun (di tingkat Sekolah Menengah Atas), tapi juga kerugian imateriil, yaitu tekanan psikologis.</p>
<p>Gugatan terhadap penyelenggaraan UN ini bermula dari masyarakat kepada Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dianggap lalai memenuhi kebutuhan HAM di bidang pendidikan. Peradilan pun berlanjut hingga MA mengeluarkan surat putusan dengan nomor register 2596 K/PDT/2008 tertanggal 14 September 2009 yang melarang ujian nasional yang diselenggarakan Depdiknas. Akhirnya, kemarin MA kemudian menolak kasasi yang diajukan pemerintah.</p>
<p>Sebenarnya, putusan hakim MA tidak secara terbuka melarang penyelenggaraan ujian nasional. Namun, hakim tetap menganggap pemerintah lalai terhadap pemenuhan kebutuhan HAM di bidang pendidikan, yaitu dengan tidak memberikan fasilitas yang memadai, baik dari segi peningkatan kualitas guru maupun fasilitas pendidikan, terutama di daerah terpencil. Artinya, pemerintah bisa kembali menggelar UN jika telah dapat menjamin kualitas guru dan sarana pendidikan di daerah tertinggal sama dengan kondisi di perkotaan. Dengan demikian, standar pendidikan yang sama dapat diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>Di sisi lain, pihak Depdiknas ternyata belum dapatkan salinan putusan dari MA tersebut. Kepala Humas Komunikasi dan Informasi Depdiknas, M. Muhadjir, menandaskan, bahwa UN diterapkan di semua negara sebagai bentuk standardisasi kemampuan para siswa dan mahasiswa untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih baik.</p>
<p>Bagaimana pun juga, putusan ini dianggap sebagai kemenangan bagi para &#8216;korban&#8217; UN dan secara umum, kemenangan anak Indonesia, yang selalu dibayangi ketakutan akan tidak lulus dalam ujian padahal telah belajar selama tiga tahun. (Ind/VVn).</p>
<p>Sumber: Eramuslim.com</p>
<p>jadi sekarang standar kepintaran di negeri ini berbeda-beda, 6 di suatu daerah belum tentu mendapat nilai yang sama di daerah lain. jadi jangan sembarangan mengatakan orang pinter atau bodoh sebelum tau dari mana orang itu berasal.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ningratama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ningratama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ningratama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ningratama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ningratama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ningratama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ningratama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ningratama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ningratama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ningratama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ningratama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ningratama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ningratama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ningratama.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningratama.wordpress.com&amp;blog=10651976&amp;post=31&amp;subd=ningratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ningratama.wordpress.com/2009/11/26/31/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39879444c100a2aab95d52af992eebd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ningratama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/nasional/100_6028.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Penemuan kapal / Bahtera Nabi Nuh</title>
		<link>http://ningratama.wordpress.com/2009/11/26/penemuan-kapal-bahtera-nabi-nuh/</link>
		<comments>http://ningratama.wordpress.com/2009/11/26/penemuan-kapal-bahtera-nabi-nuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 08:55:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ningratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ningratama.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Situs kapal yang dipercaya sebagai bekas kapal Nabi Nuh telah ditemukan di wilayah Turki dekat perbatasan Iran. Di sekitarnya ditemukan pula jangkar batu, reruntuhan bekas pemukiman, dan ukiran dari batu. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di website www.noahsark-naxuan.com. Kayu dari perahu tersebut sudah tidak ada lagi. Yang ada hanya sebuah bentuk simetris raksasa seperti perahu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningratama.wordpress.com&amp;blog=10651976&amp;post=22&amp;subd=ningratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Situs </strong>kapal yang dipercaya sebagai bekas kapal Nabi Nuh telah ditemukan di wilayah Turki dekat perbatasan Iran. Di sekitarnya ditemukan pula jangkar batu, reruntuhan bekas pemukiman, dan ukiran dari batu. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di website <a href="http://www.noahsark-naxuan.com/" target="_blank">www.noahsark-naxuan.com</a>. Kayu dari perahu tersebut sudah tidak ada lagi. Yang ada hanya sebuah bentuk simetris raksasa seperti perahu. Diduga tanah, debu dan batuan vulkanis yang memiliki usia bebeda-beda telah masuk kedalam perahu tersebut selama bertahun-tahun sehingga memadat dan membentuk sesuai bentuk perahu.<span id="more-22"></span></p>
<div style="text-align:justify;">
<div><strong> </strong><em> </em></div>
<div>
<div><img src="http://i813.photobucket.com/albums/zz56/satyarasyid/kapalnabinuh.jpg" border="0" alt="" width="438" height="574" /></div>
</div>
</div>
<p style="text-align:justify;">Pada situs tersebut juga diperlihatkan peta satelit yang menunjukan lokasi dari kapal Nabi Nuh beserta jangkarnya. Berdasarkan data ini, lokasi kapal Nabi Nuh dapat pula dilacak dalam peta satelit Google Earth. Peta satelit yang dapat melihat seluruh permukaan bumi sampai dasar laut ini dapat di “download” dengan gratis pada website <a href="http://www.earth.google.com/" target="_blank">www.earth.google.com</a></p>
<div style="text-align:justify;">
<div><strong> </strong><em> </em></div>
<div>
<div><img src="http://i813.photobucket.com/albums/zz56/satyarasyid/petanuh3.jpg" border="0" alt="" width="429" height="332" /></div>
</div>
</div>
<p style="text-align:justify;">Dengan peta Google Earth ketinggian (altitude) setiap titik di permukaan bumi dapat diketahui. Berdasarkan peta ini, lokasi situs perahu Nabi Nuh terletak pada ketinggian/level sekitar 2000. Lokasinya di kaki bukit yang agak rata. Sedangkan di daerah sekitarnya masih ada lembah raksasa yang memiliki level jauh lebih rendah. Jadi, perahu Nabi Nuh mendarat pada saat banjir masih belum benar-benar surut. Hal ini juga menunjukkan bahwa kondisi topografi di sekitar situs perahu Nabi Nuh sangat mendukung untuk terjadinya banjir besar Daerah itu merupakan cekungan (basin) raksasa luasnya jauh melebihi luas cekungan Bandung yaitu mencapai sekitar 9-10 juta Ha (70% luas pulau Jawa). Banjir pada saat itu akan seperti lautan karena puncak bukit setinggi 5000 m tidak akan nampak pada jarak 250 km (sebab bumi bulat). Lingkup banjir pada saat perahu Nabi Nuh mendarat dapat dilacak dengan membuat garis ketinggian yang menelusuri level yang sama dengan level dimana perahu ditemukan. Jadi perlu membuat garis kontur yang melalui situs perahu tersebut. Google Earth memiliki fasilitas untuk membuat garis (path line) yang dapat menelusuri permukaan bumi yang berlevel sama sehingga membentuk sebuah garis kontur.</p>
<p style="text-align:justify;">Luas area banjir pada level 1530 ini sekitar 4 juta ha. Panjang lingkup banjir ini sekitar 560 km (sekitar 3/4 panjang pulau Jawa).</p>
<div style="text-align:justify;">
<div><strong> </strong><em> </em></div>
<div>
<div><img src="http://i813.photobucket.com/albums/zz56/satyarasyid/wpe4.jpg" border="0" alt="" width="390" height="266" /></div>
</div>
</div>
<p style="text-align:justify;">Berapakah level maksimum banjir Nabi Nuh? Level maksimum banjir Nabi Nuh bisa di atas level 2000. Secara teoritis, banjir maksimum terjadi pada saat volume air yang masuk sama dengan volume air yang keluar dari area tersebut. Hal ini membutuhkan juga penelitian geologi untuk mencari bekas-bekas rendaman dan terjangan air yang mungkin masih ada disekitar lokasi. Dilengkapi pula dengan beberapa simulasi komputer.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan riwayat dalam sebuah Kitab Suci sumber air banjir Nabi Nuh adalah air hujan yang berlangsung 40 hari 40 malam ada juga yang menyatakan 150 hari. Yang penting adalah di daerah itu pernah terjadi hujan yang sangat dahsyat. Air hujan masuk area ini selain secara langsung jatuh dari awan juga melalui cara yang tidak langsung yaitu melalui mata air dari rembesan air danau tinggi yang sudah penuh, air permukaan yang lebih tinggi (catchment area), dan air bah atau air terjun dari danau tinggi yang meluap menuju lembah (lihat peta). Namun sumber utamanya adalah air hujan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hujan lebat dengan intensitas curah hujan tinggi turun ke lembah dan sekitarnya. Danau dekat lembah (wilayah Armenia, lihat peta) yang lokasinya lebih tinggi (sekarang +1900 m) akan penuh terlebih dahulu. Kemudian air akan mengalir meresap kedalam tanah menuju lembah (sekarang +850) membentuk banyak mata air. Kemudian setelah danau tersebut tidak mampu lagi menampung air hujan, limpahan airnya akan luber menjadi air bah dan air terjun menuju lembah membentuk gelombang besar. Nampaknya lebih jelas apabila dibuat sebuah gambar animasi sebagai simulasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kapan banjir nabi Nuh terjadi? Perlu diketahui bahwa danau yang berlokasi di wilayah Iran (lihat peta) tersebut tidak memiliki saluran/sungai keluar. Danau itu sekarang levelnya sekitar 1266m dan ketika banjir Nuh mulai surut air terjebak didalamnya pada level sekitar 1517m. Jadi permukaan air danau itu mengalami penurunan, sampai sekarang beda levelnya sekitar 250 m. Air menyusut kemungkinan melalui penguapan (evaporasi) dan rembesan bawah tanah (infiltrasi). Sebagai contoh perhitungan sederhana, jika air danau surut rata-rata 5 cm pertahun, maka banjir terjadi pada (250/0.05×1tahun =) 5000 tahun yang lalu. Tapi untuk perhitungan yang tepat perlu penelitian ilmiah. Untuk menyelidiki kecepatan penurunan perlu diolah data statistik naik turunnya permukaan air danau beserta data lain yang berpengaruh (tingkat penguapan, permeabilitas tanah/batuan sekitar, curah hujan, bentuk danau, catchment area). Kemudian dengan menggunakan persamaan matematika yang sesuai dapat diketahui kapan terjadinya banjir nabi Nuh.</p>
<div style="text-align:justify;">
<div><strong> </strong><em> </em></div>
<div>
<div><img src="http://i813.photobucket.com/albums/zz56/satyarasyid/wpe16.jpg" border="0" alt="" width="447" height="759" /></div>
</div>
</div>
<div style="text-align:justify;">
<div><strong> </strong><em> </em></div>
<div>
<div><img src="http://i813.photobucket.com/albums/zz56/satyarasyid/wpe5.jpg" border="0" alt="" width="341" height="370" /></div>
</div>
</div>
<div style="text-align:justify;">
<div><strong> </strong><em> </em></div>
<div>
<div><img src="http://i813.photobucket.com/albums/zz56/satyarasyid/wpe55.jpg" border="0" alt="" width="455" height="295" /></div>
</div>
</div>
<p style="text-align:justify;">Benda-benda terapung yang terbawa banjir akan hanyut keluar area melalui outlet terdekat. Ada juga yang hanyut melalui outlet I menuju laut Kaspia. Namun, Perahu Nabi Nuh terlindung di balik bukit Ararat sehingga tidak hanyut (lihat peta). Benda-benda yang tenggelam pada akhirnya akan tergusur hancur (kecuali barang dari batu dan logam) oleh kekuatan air keluar melalui outlet I menuju laut Kaspia. Kekuatan dorongan air akan lebih hebat daripada luapan air tsunami. Reruntuhan atau pecahannya sekarang mungkin terkubur di sekitar pantai laut Kaspia dekat outlet I yang banyak mengandung endapan tanah lumpur yang terbawa banjir. Mungkin disitulah terletak harta karun dari ribuan penduduk masa lampau. Belum ada informasi bahwa daerah ini pernah dilakukan penggalian arkeologi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan melihat kondisi topografi seperti ini maka dapat mendukung bahwa Banjir Nabi Nuh bersifat lokal tidak seluruh dunia karena</p>
<p style="text-align:justify;">1. Ukuran perahu Nabi Nuh sekitar 153 m cukup untuk menampung manusia di bawah seratus orang, hewan ternak/peliharaan, serta makanan untuk dikonsumsi selama dan sesudah banjir. Jika perahu lebih besar dari itu, maka daya dukung perahu yang terbuat dari kayu untuk memuat seluruh binatang dimuka bumi diperkirakan tidak akan cukup. Lagi pula sangat sulit untuk mengumpulkan binatang dari seluruh penjuru dunia.<br />
2. Sesuai dalam Alqur’an, Banjir Nuh terjadi karena do’a Nabi Nuh untuk membinasakan umatnya yang tidak beriman. Sedangkan umat Nabi Nuh tidak berada di seluruh dunia.<br />
3. Jika seluruh dunia terendam maka airnya kemudian surut kemana.<br />
4. Penyelidikan geologi tidak mendukung pernah terjadinya banjir di seluruh dunia.<br />
Jika bersifat lokal, kenapa Nabi Nuh tidak mengungsi ke luar daerah? Pada kondisi topografi seperti itu untuk mengazab umat manusia lebih cocok menggunakan senjata banjir besar. Maka tidak akan ada tempat yang aman untuk manusia yang berada di luar perahu walaupun ditempat yang tinggi. Selain adanya udara sangat dingin (tidak ada sinar mata hari) dan angin kencang berhari-hari, air bah selalu mengancam dari setiap ketinggian baik di dalam lembah maupun di luar lembah. Bukit tertinggi di dalam lingkup cekungan lembah itu adalah puncak Ararat (sekitar 5000 m) yang gundul dan tepi dari cekungan tertinggi sekitar 3000 m sedangkan topografi di luar keliling tepi cekungan itu lebih rendah. Jika lari dari luar area tersebut yang jaraknya beratus kilometer itu pasti bakal di terjang air bah karena hujan azab turun tidak mungkin dibatasi pas pada sekeliling tepi lembah atau cekungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun penyelidikan dan penelitian perlu dilakukan terutama untuk penggalian arkeologi di sekitar outlet I pantai laut Kaspia. Barangkali disitu tertimbun benda-benda bersejarah peninggalan zaman Nabi Nuh yang akan menambah bukti kuat. Sejarah banjir Nabi Nuh menimbulkan banyak kontroversi antara para ilmuwan dan agamawan Kristiani dan Yahudi. Penyelidikan ini sangat penting untuk meredam petentangan antara mereka dan menjadikan peristiwa banjir Nabi Nuh ini adalah benar-benar menjadi pelajaran bagi umat manusia.</p>
<div style="text-align:justify;">
<div><strong> </strong><em> </em><img src="http://i813.photobucket.com/albums/zz56/satyarasyid/wpe23.gif" border="0" alt="" width="486" height="440" /></div>
</div>
<p style="text-align:justify;">Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan Kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia. (Q.S.29:15) Dan Kami abadikan untuk Nuh itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian; (Q.S.37. 78.)<br />
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. (Q.S.26. 121)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ningratama.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ningratama.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ningratama.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ningratama.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ningratama.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ningratama.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ningratama.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ningratama.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ningratama.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ningratama.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ningratama.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ningratama.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ningratama.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ningratama.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningratama.wordpress.com&amp;blog=10651976&amp;post=22&amp;subd=ningratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ningratama.wordpress.com/2009/11/26/penemuan-kapal-bahtera-nabi-nuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39879444c100a2aab95d52af992eebd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ningratama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i813.photobucket.com/albums/zz56/satyarasyid/kapalnabinuh.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i813.photobucket.com/albums/zz56/satyarasyid/petanuh3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i813.photobucket.com/albums/zz56/satyarasyid/wpe4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i813.photobucket.com/albums/zz56/satyarasyid/wpe16.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i813.photobucket.com/albums/zz56/satyarasyid/wpe5.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i813.photobucket.com/albums/zz56/satyarasyid/wpe55.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i813.photobucket.com/albums/zz56/satyarasyid/wpe23.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>5 Skenario Kiamat 2012</title>
		<link>http://ningratama.wordpress.com/2009/11/25/5-skenario-kiamat-2012/</link>
		<comments>http://ningratama.wordpress.com/2009/11/25/5-skenario-kiamat-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 01:42:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ningratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ningratama.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Sementara kiamat sangat tidak mungkin terjadi pada tahun 2012, hanya Allah swt yang tahu, di balik itu, adalah lima kemungkinan skenario yang bisa mengakhiri hidup manusia di dunia ini. Foreign Policy memberikan lima kemungkinan yang bisa menjadi “kiamat” betulan. Apa saja? ASTEROID Bagaimana hal ini bisa terjadi? Benda-benda dari luar angkasa mempunyai dampak terhadap bumi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningratama.wordpress.com&amp;blog=10651976&amp;post=19&amp;subd=ningratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Sementara kiamat sangat tidak mungkin terjadi pada tahun 2012, hanya Allah swt yang tahu, di balik itu, adalah lima kemungkinan skenario yang bisa mengakhiri hidup manusia di dunia ini. Foreign Policy memberikan lima kemungkinan yang bisa menjadi “kiamat” betulan. Apa saja?<span id="more-19"></span></p>
<p><strong>ASTEROID</strong></p>
<p><strong><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/0-1asteroid.gif" alt="" width="372" /></strong></p>
<p><strong>Bagaimana hal ini bisa terjadi?</strong> Benda-benda dari luar angkasa mempunyai dampak terhadap bumi sepanjang waktu. Biasanya mereka memang terbakar di atmosfer. Peristiwa Tunguska tahun 1908 di kawasan hutan Siberia dengan sebuah ledakan sekitar 1.000 kali lebih kuat daripada bom Hiroshima telah menyebabkan kerusakan sebesar 2.000 mil persegi. Sama dengan kerusakan sebuah kota metropolitan yang besar.</p>
<p><strong>Berapa besar kemungkinan itu? </strong>Objek besar lain pasti akan menghantam bumi pada akhirnya, tapi tidak begitu pasti. Setiap satu juta tahun sekali, objek yang menabrak bumi. Menurut NASA, yang paling dekat mungkin hanya di tahun 2880.</p>
<p><strong>BENCANA IKLIM</strong></p>
<p><strong><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/0-2iklim.gif" alt="" width="372" /></strong></p>
<p><strong>Bagaimana hal ini bisa terjadi?</strong> Di bawah skenario terburuk yang diperkirakan oleh Panel Internasional mengenai Perubahan Iklim, suhu permukaan global Bumi bisa meningkat sebesar 4-5 derajat Celsius pada akhir abad ini. Skenario semacam itu akan menyebabkan peningkatan permukaan air laut sampai setengah meter, banjir daerah pesisir, termasuk banyak dari kota-kota besar dunia. Sementara itu, hampir sepertiga dari planet ini bisa menjadi padang pasir dan lebih dari setengahnya akan mengalami kekeringan.</p>
<p><strong>Berapa besar kemungkinan itu?</strong> Menurut MIT tingkat karbon global saat ini pada 380 bagian per juta, padahal angka itu hanya 280 sebelum Revolusi Industri. Kebanyakan ilmuwan menyimpulkan bahwa dampak bencana akan mulai terasa setelah melewati level 450. Penelitian terbaru oleh National Aeronautics Administrasi Oseanografi menunjukkan bahwa banyak dampak perubahan iklim sudah tidak dapat diubah.</p>
<p><strong>PERANG NUKLIR</strong></p>
<p><strong><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/0-2nuklir.gif" alt="" width="372" /></strong></p>
<p><strong>Bagaimana hal ini bisa terjadi?</strong> Saat ini ada lebih dari 23.000 senjata nuklir di dunia, dan sebanyak 8.000 dalam operasional dan 2.000 lainnya berada pada status siaga serta siap diluncurkan dalam waktu singkat. Kiamat nuklir telah lama menjadi subyek populer untuk buku dan film.</p>
<p><strong>Berapa besar kemungkinan itu? </strong>Sebuah studi oleh ahli ekologi di Rutgers University pada tahun 2007, menemukan bahwa stok nuklir global saat ini mampu menghancurkan pertanian global selama setahun yang menyebabkan kelaparan untuk sebagian besar umat manusia.</p>
<p><strong>WABAH</strong></p>
<p><strong><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/0-4wabahplague.gif" alt="" width="372" /></strong></p>
<p><strong>Bagaimana hal ini bisa terjadi? </strong>Sepanjang sejarah, malapetaka telah membawa peradaban ke tingkat yang paling rencah. Wabah Hitam membunuh lebih dari setengah penduduk Eropa di Abad Pertengahan. Pada tahun 1918, wabah flu menewaskan sekitar 50 juta orang, hampir 3 persen dari populasi dunia, dampak yang jauh lebih besar daripada korban Perang Dunia I. Virus ebola memiliki tingkat kematian 90 persen dan juga begitu pula HIV.</p>
<p><strong>Berapa besar kemungkinan itu? </strong>Pengobatan penyakit telah membaik sejak 1918, tapi penyakit juga semakin banyak. Teknik pertanian industri modern disalahkan atas wabah penyakit. Lebih dari 40 virus baru telah muncul sejak 1970-an, termasuk ebola dan HIV. Eksperimen senjata biologi juga telah menambah daftar penyakit baru.</p>
<p><strong>YANG TIDAK DIKETAHUI </strong></p>
<p><strong><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/0-5earth.gif" alt="" width="372" /></strong></p>
<p><strong>Bagaimana hal ini bisa terjadi?</strong> Ada sejumlah teori bagaimana peradaban manusia berakhir. Ada yang alami: seperti volkano yang meledak seperti di Taman Nasional Yellowstone. Lainnya lagi adalah buatan manusia: kelebihan penduduk menyebabkan krisis pangan atau pengembangan teknologi baru.</p>
<p><strong>Berapa besar kemungkinan itu?</strong> Cepat atau lambat, dunia akan berakhir. Dalam waktu sekitar 5-8 miliar tahun, menurut perkiraan ahli astronomi, matahari kita akan terbakar dari hidrogen menjadi helium dan matahari akan menjadi raksasa merah ratusan kali dari ukuran yang sekarang, menyeret bumi ke kehancuran yang tak terelakkan.</p>
<p>Lima kemungkinan itu hanya rekaan manusia yang terbatas. Skenario Allah swt jelas jauh lebih tak terduga. Kiamat mungkin tak terjadi pada 2012, yang lebih penting bagi kita adalah menabung amal kebajikan sebanyak-banyaknya, karena pertanyaan besar yang semestinya selalu menggantung di benak kita: kemana hidup setelah kehidupan di dunia ini? Wallohu alam bi shawwab. (sa/foreignpolicy)</p>
<p>sumber: <strong>eramuslim.com</strong></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ningratama.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ningratama.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ningratama.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ningratama.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ningratama.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ningratama.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ningratama.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ningratama.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ningratama.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ningratama.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ningratama.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ningratama.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ningratama.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ningratama.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningratama.wordpress.com&amp;blog=10651976&amp;post=19&amp;subd=ningratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ningratama.wordpress.com/2009/11/25/5-skenario-kiamat-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39879444c100a2aab95d52af992eebd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ningratama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/0-1asteroid.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/0-2iklim.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/0-2nuklir.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/0-4wabahplague.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/0-5earth.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>10 Alasan Sehat Untuk Terus Berolahraga</title>
		<link>http://ningratama.wordpress.com/2009/11/24/10-alasan-sehat-untuk-terus-berolahraga/</link>
		<comments>http://ningratama.wordpress.com/2009/11/24/10-alasan-sehat-untuk-terus-berolahraga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 11:10:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ningratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ningratama.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Malas berolahraga? Anda tidak sendirian. Tetapi sebenarnya Anda rugi jika masih terus bermalas-malasan dan tak mau berolahraga. Berbagai penelitian telah menegaskan pentingnya olahraga, salah satunya agar panjang umur. Simak keuntungan sehat lain yang bisa kita petik dengan terus bergerak. 1. Menurunkan kolesterol Pertambahan usia menjadi salah satu faktor naiknya kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningratama.wordpress.com&amp;blog=10651976&amp;post=4&amp;subd=ningratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malas berolahraga? Anda tidak sendirian. Tetapi sebenarnya Anda rugi jika masih terus bermalas-malasan dan tak mau berolahraga. Berbagai penelitian telah menegaskan pentingnya olahraga, salah satunya agar panjang umur. Simak keuntungan sehat lain yang bisa kita petik dengan terus bergerak.</p>
<p><strong>1. Menurunkan kolesterol</strong><br />
Pertambahan usia menjadi salah satu faktor naiknya kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunnya kadar kolesterol baik (HDL). Cara terbaik untuk menjaga agar kadar LDL tetap rendah adalah dengan mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh. Sementara itu, untuk meningkatakan kadar HDL, lakukanlah olahraga. Fakta tersebut didukung oleh penelitian di Denmark pada tahun 2007 terhadap 835 pria yang rutin berolahraga. Kadar kolesterol baik para responden diketahui selalu tinggi.<span id="more-4"></span></p>
<p><strong>2. Menurunkan trigliserida</strong><br />
Trigliserida merupakan lemak dalam darah. Kadar trigliserida yang tinggi merupakan faktor penyebab tingginya risiko penyakit jantung. Studi yang sama yang dilakukan para ahli di Denmark juga menunjukkan pria yang aktif memiliki kadar trigliserida yang rendah.</p>
<p><strong>3. Menurunkan tekanan darah</strong><br />
Studi yang dipublikasikan tahun 2007 oleh para peneliti dari University of Minnesota menyebutkan aktivitas fisik yang dilakukan secara reguler efektif menurunkan tekanan darah.</p>
<p><strong>4. Meningkatkan daya ingat</strong><br />
Para pakar menegaskan olahraga termasuk kegiatan yang penting agar fungsi otak maksimal. Olahraga bisa meningkatkan asupan oksigen dalam darah dan merangsang produksi senyawa kimia di otak yang bermanfaat mempertajam daya ingat.</p>
<p><strong>5. Mengurangi inflamasi</strong><br />
Olahraga secara rutin efektif mengurangi kadar protein C-reaktif, yang menunjukkan kadar inflamasi (peradangan). Mengapa hal ini penting? Ini karena timbunan kolesterol yang menyebabkan plak di pembuluh darah bisa pecah dan menyebabkan peradangan. Akibatnya adalah serangan jantung.</p>
<p><strong>6. Kondisi pembuluh darah lebih baik</strong><br />
Untuk merespon kebutuhan oksigen dalam tubuh, pembuluh darah haruslah fleksibel atau mudah membesar. Merokok, endapan kolesterol, dan proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Berbagai studi menunjukkan olahraga bisa membantu menjaga kemampuan pembuluh darah untuk terbuka dan berkontraksi sesuai kebutuhan fisik tubuh.</p>
<p><strong>7. Menurunkan risiko diabetes</strong><br />
The Diabetes Prevention Program menemukan bahwa olahraga dan program penurunan berat badan yang dilakukan selama 3 tahun mampu mengurangi risiko diabetes hingga 58 persen.</p>
<p><strong>8. Menguatkan tulang</strong><br />
Berlatih angkat beban, keseimbangan, atau jalan kaki merupakan jenis-jenis latihan yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risiko tulang keropos.</p>
<p><strong>9. Menjaga berat badan</strong><br />
Kalau ingin langsing, ya olahraga, dong. Ini merupakan nasihat klise yang selalu didengungkan orang. Faktanya memang demikian. Salah satu studi mengenai manfaat olahraga menunjukkan, pria yang aktif secara fisik memiliki lingkar pinggang yang lebih kecil dibanding dengan orang yang malas berolahraga.</p>
<p><strong>10. Panjang umur</strong><br />
Sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2004 di Finlandia terhadap 15.853 pria berusia 30-59 tahun selama 20 tahun menemukan, mereka yang aktif secara fisik lebih sedikit yang terkena penyakit jantung dan meninggal dunia selama periode penelitian berlangsung.</p>
<p>sumber: <strong>KOMPAS.com </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ningratama.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ningratama.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ningratama.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ningratama.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ningratama.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ningratama.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ningratama.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ningratama.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ningratama.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ningratama.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ningratama.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ningratama.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ningratama.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ningratama.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningratama.wordpress.com&amp;blog=10651976&amp;post=4&amp;subd=ningratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ningratama.wordpress.com/2009/11/24/10-alasan-sehat-untuk-terus-berolahraga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39879444c100a2aab95d52af992eebd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ningratama</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
